Pages

Sabtu, 11 Agustus 2012

Manajemen dan supervisi pendidikan


SUPERVISI PENDIDIKAN
TUGAS
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Manajemen dan Supervisi Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Sri Utaminingsih, M.pd

 

 


 

 

 

Disusun oleh :
Dwi Anik Listiyowati
2010-33-165
Kelas D

 

 
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS

Konsep supervisi yang bisa ditemukan
  1. Supervisi yang berpajan pada administrasi. Supevisi yang berpajan (berfokus) pada administrasi memandang proses supervisi merupakan suatu kegiatan administrasi sekolah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran dalam konteks sistem pendidikan. Supervisi merupakan staf sekolah mendayagunakan sumber daya yang dimiliki sekolah dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
    Supervisi merupakan mesin yang menggerakkan semua aspek-aspek administrasi pencapaian tujuan. Mulai dari merencanakan, mengorganisir, sampai dengan pengawasan harus dijalankan. Supervisi mendayagunakan sumberdaya yang dimiliki sekolah karena efektivitas dan efisiensi tujuan kelembagaan pendidikan akan sangat tergantung pada faktor manusianya. Berharganya sumberdaya manusia diukur dari kinerja yang dihasilkan.
  2. Supervisi yang berpajan kurikulum. Memandang bahwa proses supervisi adalah kegiatan membuat kurikulum dan merevisinya, mempersiapkan unit-unit dan material pembelajaran, mengembangkan proses dan instrumen laporan ke orang tua, dan evaluasi umum program pendidikan secara umum. Salah satu bidang garapan supervisi yaitu kurikulum, karena kurikulum sebagai pedoman pelaksanaan layanan dan produksi pendidikan yang memiliki peran penting dalam menciptakan produk pendidikan yang berkualitas, inovatif, kompetitif, dan produktif. Upaya supervisi diharapkan harus mampu memberikan jalan yang lurus untuk pencapaian hal tersebut dengan cara mendesain dan mengembangkan kurikulum secara baik dan benar.
  3. Supervisi yang berpajan pada pengajaran. Kegiatan supervisi yang berpajan pada pembelajaran memandang proses supervisi suatu kegiatan peningkatan pengajaran dan evaluasi kurikulum di kelas.
    Lebih lanjut King-Stoops (Wiles & Bondi, 1986:9) menyatakan bahwa supervisi aksi dan eksperimentasi yang ditujukan kepada peningkatan pembelajaran dan program pembelajaran.
    Supervisi juga merupakan setiap layanan yang disumbangkan kepada guru yang hasil akhirnya adalah perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Salah satu bidang garapan supervisi adalah meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. sebagai pokok dan upaya supervisi pendidikan, kualitas pembelajaran di kelas haruslah menjadi tujuan utama. Seorang supervisor ditantang untuk melakukan perubahan-perubahan proporsional dan inovatif dalam rangka perbaikan kualitas pembelajaran yang diselenggarakan guru.
  4. Supervisi yang berpajan pada human relations. Supervisi yang memandang sebagai kegiatan human relations menyatakan supervisi itu melibatkan semua orang di lingkungan kependidikan, tidak hanya personel sekolah. Supervisor menginisiatif komunikasi efektif, membantu orang-orang untuk bisa saling mendengarkan, berbagi dan saling membantu. Interaksi antar sesama di sekolah akan sangat berpengaruh terhadap kinerja para staf sekolah. Suasana yang harmonis dan humanis diantara staf akan mendukung produktivitas, efektivitas, dan efisiensi capaian. Dalam hal ini, seorang pengawas harus berupaya menciptakan kondisi ideal tersebut. Seorang supervisor jangan menjadi sumber konflik diantara staf, memecah belah suasana persaudaraan. Jikalau suasana tidak harmonis tercipta diantara staf sekolah, supervisor harus menciptakan jembatan-jembatan kesenjangan komunikasi humanis di antara staf sekolah. Ia harus memiliki inisiatif untuk menciptakan jalinan komunikasi yang efektif dan humanis diantara warga sekolah.
  5. Supervisi yang berpajan pada manajemen. Memandang bahwa semua aktivitas supervisi terlibat dalam semua tatanan organisasi. Semua sumberdaya yang dimiliki harus dimanfaatkan dalam rangka efektivitas dan efisiensi capaian tujuan.
  6. Supervisi yang berpejan pada kepemimpinan. Tugas supervisi adalah mengajari guru bagaimana mengajar dan menjadi pemimpin pendidikan dalam reformulasi pendidikan masyarakat yang meliputi kurikulum, pengajaran dan bentuknya. Seorang supervisor adalah seorang pemimpin, dia harus tahu apa yang harus dilakukan untuk membawa orang-orang dan lembaga dalam rangka pencapaian tujuan. Pemimpin mempunyai otoritas dan kewenangan untuk melakukan upaya-upaya supervisi.
Definisi supervisi menurut saya adalah suatu pembinaan yang berupa layanan terhadap guru yang memberikan evaluasi kritis untuk perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum sehingga dapat meningkatkan mutu dari hasil tindak lanjut evaluasi.

Pengembangan Profesi Melalui Pembinaan
Pembinaan kemampuan dasar proses pendidikan dan pengendalian iklim kelembagaan harus merupakan preoritas utama supervisi. Bagaimanapun, tuntutan guru terus dinamis. Dalam hal ini, supervisor harus terus mengupayakan agar tingkat profesionalitas guru selalu up to date. Upaya yang dilakukan adalah dengan cara membina basic skill dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi efektifitas pencapaian tujuan. Supervisi sebagai suatu upaya layanan profesional dalam pendidikan. Upaya yang dalam mengembangkan sumber daya manusia dapat bersifat latihan maupun pendidikan. Untuk meningkatkan aktivitas performance profesional, para guru memang tidak boleh merasa cukup dengan pengetahuan yang telah dimiliki selama ini. Sehingga untuk itu, upaya pengembangan profesi guru harus selalu dilakukan setiap saat dengan melalui kegiatan-kegiatan ilmiah untuk memacu dan menambah pengetahuan dan wawasan baru bagi para guru. Kegiatan demikian ini adalah untuk mendorong dan memotivasi supaya kreativitas para guru tetap menjadi preoritas utama. Penugasan juga dapat meningkatkan mutu guru, tugas-tugas yang diberikan kepada guru sesungguhnya tidak lepas dari pembinaan dan sekaligus pengembangan karier guru, serta demi mengefektifkan kegiatan proses administrasi sekolah. Para pendidik harus meningkatkan mutu dari evaluasi yang didapatkan, karena evaluasi dalam supervisi dapat menjadi pintu masuk pertama yang harus dilalui untuk berbaikan dan peningkatan mutu. Sesuai dengan fungsinya, evaluasi, proses supervisi meliputi penelitian, penilaian, perbaikan dan peningkatan (Ametembun, 1981:25) atas upaya pendidikan yang dilaksanakan.

MUTU (TQM)

Supervisi akan melaksanakan dan dikomparasikan (dibandingkan) dengan tujuan yang telah ditetapkan. Proses supervisi merupakan suatu siklus evaluasi. Dalam kajian Total Quality Management (Manajemen Mutu Terpadu), proses evaluasi selayaknya dilakukan pada komponen input, proses transformasi, lingkungan dan output. Jika inputnya, lingkungan, dan proses transformasinya terawasi serta terjamin maka dengan sendirinya output yang dihasilkan juga akan baik. Dampak evaluasi akan berpengaruh pada perencanaan dan pelaksanaan dan berlangsung secara silkuler. Dalam hal ini, AKUNTABILITAS
Akuntabilitas menjadi hal yang rasional dalam pembinaan karena akuntabilitas dalam pendidikan dapat diartikan adalah suatu kewajiban untuk memberikan pertanggungjawaban atau menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan Institusi pendidikan kepada pihak yang memiliki hak seperti orang tua peserta didik/masyarakat atau berkewajiban untuk meminta keterangan atau pertanggung jawaban. Sekolah perlu membangun sistem monitoring mutu dengan lebih meningkatkan pemberdayaan petugas monitoring mutu internal sehingga akan memperkuat akuntabilitas sekolah kepada pihak-pihak eksternal. Sebagai supervisor kepala sekolah bertugas memberikan bantuan dan bimbingan secara professional kepada guru yang kurang memiliki kemampuan professional dalam mendidik dan mengajar.
PROFESIONALISASI
Supervisi bukan hanya dilakukan terhadap keterampilan mengajar saja, tetapi juga kemampuan lainnya yakni sikap profesional guru. Dengan memaksimalkan kegiatan supervisi akademi oleh kepala sekolah di tingkat satuan pendidikan di harapkan tenaga pendidik dapat mencapai penguasaan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam proses pembelajaran. sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek tenaga kependidikan yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.

 
DAFTAR PUSTAKA

 
As'ari Djohar . 2012. AKUNTABILITAS PENDIDIKAN . Terdapat di http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_MESIN/195012051979031-AS'ARI_DJOHAR/MAKALAH/AKUNTABILITAS_PENDIDIKA1.pdf diunduh pada (10 April 2012)
Rudi, S.Pd. 2012. Hubungan Antara Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah dengan Peningkatan Mutu Kinerja Guru dalam Pembelajaran. Terdapat di http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/21/hubungan-antara-supervisi-akademik-oleh-kepala-sekolah-dengan-peningkatan-mutu-kinerja-guru-dalam-pembelajaran/ diunduh pada (10 April 2012)
Suharsimi, Arikunto. 2008. Manajemen Pendidikan. Aditya Media: Yogyakarta
UMS. 2012. pdf . Terdapat di http://etd.eprints.ums.ac.id/13467/2/BAB_I_PENDAHULUAN.pdf. diunduh pada (10 April 2012)
Vivinovita. 2012. Pembinaan dan Pengembangan Profesi. Terdapat di Guruhttp://id.shvoong.com/social-sciences/education/2260040-pembinaan-dan-pengembangan-profesi-guru/. diunduh pada (10 April 2012)

1 komentar:

  1. mb e anak umk pgsd yaa,, makasih infone
    salam kenal mb, aq juga mhsiswa pgsd umk baru smster 4 :)

    BalasHapus